Beberapa waktu yang lalu, saya melihat acara televisi yang berjudul Charlie Brown Valentine Special. Adegan yang menyentuh hati saya dalam acara itu ialah adegan yang memperlihatkan pesta hari Valentine di sebuah sekolah. Setiap siswa membawa kartu Valentine dan menaruh kartunya itu di dalam sebuah kotak bagus yang sudah disediakan di situ. Kotak tersebut lalu di kocok dan salah seorang siswa mulai membagikan kartu-kartu tersebut sesuai dengan nama yang tercantum pada amplopnya masing-masing. Charlie Brown duduk di bangkunya. Dengan sabar ia menunggu; ia berharap akan mendapat beberapa kartu Valentine, tetapi Charlie Brown tidak mendapat satu kartupun. Saat itu ketika saya melihat Charlie Brown, saya dapat turut merasakan kekosongan dan kesedihan yang berkecamuk di dalam dirinya. Ia merasa ditolak. Seperti itulah rasanya kesepian.

Kesepian adalah suatu perasaan tidak dikasihi—perasaan tidak diperhatikan oleh orang lain. Kesepian dapat merupakan perasaan yang paling mematahkan  semangat hidup seseorang
. Masalah kesepian banyak dialami orang-orang zaman sekarang. Penyelidikan menyatakan bahwa kesepian merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh para remaja masa kini.

Apa yang dinamakan kesepian?
Kesepian pada khususnya adalah suatu perasaan. Kesendirian merupakan masalah fisik, (keberadaannya “sendiri”) tetapi kesepian merupakan masalah psikologis atau kejiwaan. Seorang yang sendirian dapat menimbulkan rasa kesepian.  Kesepian pada dasarnya adalah suatu perasaan tidak dicintai atau tidak penting bagi orang lain; tidak dipedulikan oleh seorangpun. Sering kali perasaan itu timbul karena saudara tidak menerima kasih dan perhatian seseorang sebanyak yang saudara perlukan. Rasa kesepian biasanya datang meruak pada saat seseorang merasa tertekan, tidak bergairah hidup, dan perasaan hampa.

Banyak hal dapat menjadi penyebab kesepian, diantaranya: kebosanan, terlalu lama sendirian, melihat orang lain berkencan, melihat orang lain memasuki jenjang pernikahan, keletihan jiwa, penyakit, putus cinta, keputusasaan, keramaian dalam pesta, kenangan hubungan cinta yang sudah berlalu.  Itu semua merupakan hal-hal yang dapat menimbulkan rasa kesepian.

Kelihatannya saat-saat seorang anak muda melihat teman-temannya berkencan dan beria-ria merupakan saat-saat yang rawan baginya untuk dilanda kesepian. Kesepian itu ada yang di dalam kehendak Tuhan, dan ada yang di luar kehendakNya. Adalah suatu kekeliruan bila kita melihat semua kesepian itu buruk. Memang benar, tidak jarang kesepian merupakan akibat dari kesalahan kita sendiri. Kesepian timbul karena kita terlalu memikirkan dan mengasihani diri sendiri. Selama kita lebih memikirkan diri sendiri dari pada orang lain, kita akan merasa kesepian.

Di sisi lain, kesepian kadang-kadang dapat juga datang dari Tuhan sebagai suatu pemberian! Seperti yang dikatakan Bruce Larson, “Pada dasarnya kesepian itu merupakan suatu pemberian karena melalui kesepian kita diingatkan Tuhan untuk mengisi kekosongan yang kita alami itu. Kesepian mendorong kita untuk berhubungan dengan Tuhan dan dengan orang lain.”  Kalau kesepian tidak ada, maka dorongan untuk hidup bersekutu dengan Tuhan dan dengan saudara-saudara seiman di dunia inipun tidak akan ada.

Dari Alkitab kita mengetahui bahwa Tuhan mengizinkan orang-orang kudusNya mengalami saat-saat sendirian dan mengalami kesepian. Maksudnya ialah untuk mengajar agar mereka hanya bergantung sepenuhnya kepada Dia. Kita mengetahui bahwa bertahun-tahun Daud mengembara seorang diri di bukit dengan domba-domba gembalaannya. Kita juga mengetahui bagaimana Jusuf di buang oleh saudara saudaranya dari keluarganya dan kemudian hidup kesepian sebagai budak. Empat-puluh tahun lamanya Musa mengangon kambing dombanya di padang. Juga ada bukti yang mengungkapkan bahwa Rasul Paulus pernah tinggal di padang selama tiga tahun. Nabi Elia juga adalah orang yang hidup sendirian di padang seperti halnya dengan Yohanes Pembaptis. Di masa-masa mereka sedang sendirian dan kesepian itu, Tuhan membentuk watak mereka.

Bila Tuhan hendak memakai seseorang untuk suatu tujuan khusus, sering kali Ia terlebih dahulu mendisiplinkan orang itu dengan masalah kesepian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap tokoh-tokoh dalam Alkitab.  Kita sering berdoa, “Tuhan pakailah saya.”  “Tuhan, bentuklah saya agar Tuhan dapat memakai saya.”

Kedewasaan rohani yang kita butuhkan untuk melayani Tuhan sering tercapai melalui penderitaan. Tidak ada jalan pintas untuk memperoleh kematangan rohani. Lembah-lembah kepedihan harus kita lewati sebelum dapat mencapai puncak kemenangan; duka harus kita alami sebelum menuai suka cita; dan masa-masa krisis harus kita jajaki sebelum kita dapat menjadi seperti Yesus. Jadi salah satu tujuan utama dari kesepian ialah untuk mendekatkan kita kepada Tuhan, sekaligus mendorong agar kita beriman.

Tuhan lebih mengutamakan kekudusan kita dari pada kenikmatan hidup kita pada saat sekarang ini. Oleh sebab itu, proses pengudusan itu sering kali begitu menyakitkan dan tidak nikmat.  Kesepian adalah sebagian dari program Tuhan. Ia akan mengizinkan kita berada seorang diri dan dilanda kesepian dengan maksud untuk mendekatkan kita kepadaNya.

Bagaimana menghadapi kesepian?
Ada cara yang benar dan ada pula cara yang salah dalam menghadapi masalah kesepian. Berikut ini adalah salah satu contoh yang salah dalam menghadapi kesepian: Saudara sedang merasa kesepian. Lalu saudara berpikir, “Kalau saja ada seseorang yang mencintai saya, tentu saya tidak akan kesepian seperti ini.”  Semakin saudara memikirkan hal tersebut, semakin Saudara merasa tertekan.  Akhirnya saudara menjadi marah. “Tuhan, kenapa Kau tidak beri saya pacar (seorang suami atau seorang istri)?. Kau telah berjanji akan memenuhi segala kebutuhan saya. Saya membutuhkan seseorang.” Mungkin juga saudara menjadi marah kepada diri sendiri, “Kalau saja saya tidak membosankan dan sejelek ini!”  Reaksi seperti ini hanya akan membuat saudara merasa bersalah.  Mengapa? Karena saudara tahu bahwa marah adalah sesuatu yang salah. Akibatnya Saudara akan menjadi semakin tertekan. Tanpa disadari, saudara sudah terperangkap ke dalam lingkaran setan.

Kalau begitu, bagaimana sebaiknya Saudara menghadapi masalah kesepian? Pertama-tama, bersikaplah jujur terhadap Tuhan. Katakan bagaimana perasaan saudara yang sebenarnya. Kemudian mengucap syukurlah atas kesepian Saudara, dan setujuilah bahwa Ia mengizinkan saudara kesepian karena Ia mempunyai maksud. Ingatlah, Saudara bukan satu-satunya orang yang pernah merasa kesepian. Dengan rela dan tanpa berbantah-bantah, terimalah kesepian saudara sebagai kehendak Tuhan.

Ingatlah, Tuhan mengizinkan kesepian meruak dalam hidup saudara karena Ia hendak mengajar saudara untuk lebih bergantung kepadaNya. Ia menghendaki Saudara sadar bahwa “Tuhan adalah segala-galanya bagi Saudara”.

Dikutip dari: Ketahuilah Seluk Beluk Kencan oleh Scott Kirby

Judul Asli: Dating – Guidelines from The Bible
Penerbit: Lembaga Literatur Baptis (Yayasan Baptis Indonesia)
Copyright @ 1979, Baker Book House Company