Sebuah Pesan Pribadi dari Salomo untuk Anda
Waktu apakah ini? Untuk segala sesuatu ada masanya. Aku telah belajar bahwa musim-musim kehidupan akan membimbing kalian ke dalam ritme kehidupan yang Allah rancangkan. Jika kalian mencoba melihat sebuah musim dengan teleskop atau berjalan mengelilinginya, kalian hanya akan merasa frustrasi. Namun, bila kalian mengalir bersama musim-musim kehidupan, sebagaimana musim semi mengikuti musim dingin dan musim gugur mengikuti musim panas, kalian akan menemukan sukacita dan variasi dari hidup penuh warna yang Tuhan rancangkan untuk kalian hidupi. Dia akan membimbing kalian menjalani setiap musim yang di dalamnya kalian akan mempelajari hal yang tak dapat kalian peroleh di mana pun (Musim Dingin Kehidupan, oleh Denise Glenn).

Akhir tahun 2024, rencana awal keluarga kami adalah menjadi tuan dan nyonya rumah bagi adik saya sekeluarga yang akan berlibur ke Malang. Namun, rupanya Tuhan punya kehendak lain sehingga akhir dan awal tahun kami lebih banyak diisi dengan perjumpaan-perjumpaan berarti dengan teman-teman kami yang sedang berkunjung ataupun berlibur ke kota Malang; ataupun kami yang mengunjungi teman yang membutuhkan perhatian. Dan saya merasakan perjumpaan-perjumpaan tersebut sebagai “sacred moments” karena kehadiran Allah nyata dalam hidup setiap anak-Nya.

Dalam percakapan dengan beberapa orang, saya memperhatikan bahwa Tuhan membawa setiap orang pada musim hidup tertentu di tahun 2024. Ada orang-orang yang dapat memaknai proses pembentukan, mendapatkan pelajaran berharga, dan menyaksikan jawaban doa mereka pada akhir 2024; sehingga mereka dapat bersyukur dan memuji Allah Eben-Haezer (sampai di sini Allah menolong kami).

Selain itu, ada teman-teman yang selama 2024 hingga penghujung 2025 berada dalam musim kehidupan yang sulit dan bergumul: Ada yang dengan sakit penyakit, kehilangan, tantangan dalam pelayanan atau lingkungan pekerjaan; dan mengakhiri serta memasuki 2025 dengan pertanyaan “apa yang sebenarnya Tuhan sedang mau kerjakan dan kehendaki dalam kehidupan mereka…. Tebersit kegamangan… ketidakpastian… kegentaran dan rasa takut menghadapi hari esok.

Pengkhotbah 3:1 mengatakan, “Untuk segala sesuatu ada waktunya, ada waktu untuk segala sesuatu di bawah langit….” dan ayat 11 menjelaskan, “Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Dia telah menanamkan kekekalan di dalam hati manusia, tetapi meskipun demikian, manusia tidak dapat melihat seluruh cakupan pekerjaan Allah dari awal sampai akhir” (NLT).

Ambillah waktu untuk merenungkan Pengkotbah 3:1-8. Kata “waktu” di sini berasal dari Bahasa Ibrani zeman, yang berarti “waktu atau masa yang ditentukan.” Tuhan tidak hanya menetapkan musim-musim di alam, tetapi Tuhan juga merancang hidup manusia untuk mengikuti musim-musim tertentu. Salomo, raja paling bijak di dunia, memberi tahu kita dalam kitab Pengkotbah bahwa setiap bagian kehidupan—dari lahir hingga meninggal—punya masanya sendiri-sendiri. Kita tak bisa menerbos waktu, tak bisa menghentikannya, melambatkannya, membuatnya buru-buru, atau menghapusnya. Musim-musim itu terus datang seperti cara kerja jam. Kita dapat bekerja sama dengan bagian-bagian waktu, datangnya musim-musim yang baru, atau melawannya dengan pahit, pilihannya ada pada kita. Apakah kita akan merangkul perubahan yang ada dan, seperti ungkapan berikut, “putuskan untuk bahagia,” atau tolaklah perubahan dan jalani rasa sakit itu.

Hal yang hebat dari daftar musim yang Salomo tulis adalah ia tidak menafsirkan musim-musim itu buat kita, tetapi hanya menyatakannya secara sederhana. Tanpa memberi tahu kita dengan tepat bagaimana menafsirkannya, ini memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara pada kita secara khusus, hingga kita bisa mendengar suara-Nya atas situasi yang sedang kita jalani. Jika kita bersedia membaca “musim-musim” ini dengan tellinga yang mendengarkan apa yang ingin Roh Kudus katakan pada kita, Dia akan memimpin kita pada kebenaran-Nya.

Hidup itu seperti sebuah perpustakaan, dan setiap musim kehidupan adalah seperti sebuah buku yang terpisah. Anda mengambil satu “buku untuk satu “musim” dan belajar tentang apa yang yang Anda perlukan dari buku itu. Kemudian saat musim itu berlalu, Anda mengembalikan “buku” itu ke raknya, sampai kelak Anda memerlukannya lagi. Sepanjang hidup Anda, Anda akan membuka satu “buku,” lalu buku-buku yang lain. Sebagian musim berupa komedi, sementara yang lain adalah tragedi. Namun, semua musim itu mengajar kita. Kadang Anda akan memeriksa beberapa “buku” sekaligus, karena Anda mengalami beberapa musim dalam waktu yang sama, dan hidup terasa begitu rumit. Sebagai contoh, mungkin Anda sedang menanti kelahiran seorang cucu, tetapi dalam waktu yang sama orang tua Anda sedang sekarat. Namun, kita bisa belajar dari setiap musim bagaimana kita mesti berjalan dengan hikmat, pengetahuan, anugerah, dan akhirnya SUKACITA.

Ketika kita memasuki tahun yang baru ini, akan membawa kedamaian bagi kita untuk mengingat bahwa meskipun kita tidak dapat melihat seluruh cakupan rencana Tuhan dari awal hingga akhir, ada rencana surgawi. Tuhan benar-benar memiliki tujuan untuk waktu dari setiap kegiatan di bawah langit. Bahkan pada saat Anda sedang mengalami musim dingin kehidupan, kita tahu bahwa ini pun adalah rencana Tuhan yang baik. Dan kita tidak ditinggalkan sendirian menghadapi musim dingin kehidupan. Allah Imanuel setia menyertai dan menopang kita melalui masa-masa yang sulit dalam kehidupan. Selalu ada pengharapan dalam musim dingin kehidupan, yaitu ini tidak selamanya dan akan ada jalan keluar dan kekuatan untuk melewatinya.

Apa pun yang akan terjadi tahun ini, kita dapat percaya kepada kasih-Nya, waktu-Nya, dan jalan-jalan-Nya serta janji-Nya bahwa Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Pertanyaan Refleksi:
1. Jika Anda melihat ulang perjalanan kehidupan Anda di tahun 2024, di manakah Anda melihat Allah Bersama Anda?

  • Apa berkat, pertumbuhan dan tantangan yang Anda hadapi?
  • Jika diberi judul, apa musim hidup Anda di tahun 2024?
  • Ambil waktu untuk meletakkan “batu peringatan” Eben-Haezer dan mengangkat ucapan syukur kepada Tuhan yang sudah menolong dan memampukan Anda melewati tahun 2024 dalam pertolongan-Nya.

2. Mari melihat ke depan Bersama Allah: Pertumbuhan di area apa yang Allah kehendaki dalam kehidupan Anda di tahun 2025? Buatlah Langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan dan dapat diukur!

  • Tanyakan kepada Allah 1 kata atau frase apa yang dapat Anda jadikan sebagai tujuan pertumbuhan Anda di tahun 2025.
  • Ayat apa yang menjadi pegangan dan janji atau penguatan bagi Anda untuk menghadapi tahun 2025?
  • Buatlah gambar atau pengingat sebagai tujuan yang hendak Anda capai di sebuah kartu dan tuliskan ayat janji Tuhan atau penguatan di kartu tersebut. Tempelkan di tempat yang sering Anda lihat.

Sumber Referensi:
Glenn, Denise. Musim Dingin Kehidupan: Pendalaman Alkitab bagi Wanita dari Kitab Pengkhotbah.

“Christ Blesses the Wedded Couple at Cana.” CCCA Biola University. 1 Januari 2025.
https://ccca.biola.edu/advent/2024/christ-blesses-the-wedded-couple-at-cana