Suatu pagi saya dibangunkan lebih awal oleh kicauan burung-burung yang sangat nyaring dan merdu bagaikan alarm surgawi yang memanggil dan membangunkan jiwaku. Kemudian saya naik ke balkon di lantai 2 rumah sambil duduk di kursi ayunan favorit. Saya seperti diundang untuk menyembah Tuhan bersama burung-burung yang sedang bernyanyi memuji Sang Pencipta; lagu yang bergema dan saya lantunkan Adalah When I Look Into Your Holiness (VIDEO 1) . Lirik lagu ini menjadi perenungan pagi itu; tertama bagian refrain yang terus terngiang-ngiang di hati:
“I worship You… I worship You.
The reason I live is to worship You.”
Tuhan menyapa hati saya melalui lagu ini bahwa saat pandangan saya tertuju kepada Allah, hal-hal di sekitar saya akan kalah menariknya daripada keindahan Allah sehingga hati saya akan menyembah Tuhan saja. Dan saya diingatkan bahwa alasan dan tujuan hidup saya adalah menyembah dan memuliakan Allah saja.
Kemudian dilanjutkan dengan lagu kedua: The Heart of Worship, oleh Matt Redman (VIDEO 2); kata-kata yang menjadi perenungan adalah,
“You search much deeper within, through the ways things appear” (Kau menyelami jauh ke dalam lewat apa yang tampak di luar).
“You’re looking into my heart” (Engkau melihat sampai kedalaman hatiku).
“It’s all about You… it’s all about You, Jesus” (Semuanya tentang Engkau, semuanya tentang Engkau, Yesus).
Melalui lagu kedua ini, saya dibawa pada perenungan tentang hati yang menyembah bukanlah soal persembahan dan performa kita yang tampak luar, tetapi yang terpenting bagi Allah adalah apa yang ada dalam hati kita, motivasi kita. Apakah semua yang kita lakukan dan persembahkan hanyalah untuk Allah? Apakah motivasi terdalam kita untuk menyenangkan Allah saja, bukan yang lain?
Perenungan ini diteguhkan oleh firman Tuhan dari Matius 4:8-10 saat Yesus menghadapi pencobaan untuk ketiga kalinya; yang dengannya Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan semua kerajaan dunia dan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Kata Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”.
Terkadang kita menghadapi pencobaan untuk menyembah yang lain selain Allah, apakah itu materi, hobi, pekerjaan/pelayanan, prestasi/pencapaian, orang-orang terkasih, bahkan termasuk ego atau kebanggaan diri kita.
Perenungan ini membawa saya mengingat kembali pada apa yang terjadi pada suatu malam. Saya baru selesai melakukan praktik spiritual direction dengan kelompok mentoring School of Spiritual Direction tempat saya sedang belajar. Saya cukup senang menerima pujian dan afirmasi tentang hal-hal baik yang sudah saya lakukan; dan juga menerima masukan-masukan untuk meningkatkan ketrampilan saya. Malam itu sesudah latihan, saya kesulitan tidur karena dalam pikiran muncul banyak pikiran bahwa seharusnya saya melakukan “ini dan itu” supaya hasilnya lebih baik. Ada perasaan menyesal, merasa diri kurang maksimal dan belum memberikan yang terbaik. Rasa rendah diriku “kumat” dan muncul suara-suara yang membuat saya merasa “kurang” dan “tidak cukup baik.”
Melalui perenungan di atas, saya menyadari bahwa saya merasa bangga karena menerima pujian, dan saya merasa buruk karena merasa tidak cukup baik dan rendah diri. Itu menunjukkan bahwa sesungguhnya fokus saya adalah “EGO” alias diri saya sendiri. Pandangan saya sudah terdistraksi dari fokus utama hidup saya, yaitu Tuhan saja.
Lagu dan perenungan firman di atas menyadarkan bahwa hati saya sudah menyimpang dari fokus utama hidup saya, dan saya jadi hanya memikirkan tentang diri saya sendiri. Dengan hancur hati saya mohon ampun kepada Tuhan, dan Tuhan memeluk dan menerimaku kembali. Ia melawat hatiku dengan kata-kata kebenaran-Nya: “Aku menerima apa yang sudah engkau lakukan, yang Aku inginkan adalah hatimu, hati yang menyembah-Ku, baik ataupun kurang hasilnya, itu tak masalah. Yang terpenting bagi-Ku adalah hatimu yang terus dimurnikan.”
Mari kita berhenti sejenak dan bertanya pada hati kita, “Apa yang menjadi fokus penyembahan hatiku selama ini?” Jika teman-teman menyadari adanya penyimpangan dari Allah, dengarkan bisikan lembut-Nya untuk mengundangmu kembali kepada-Nya. Ia akan menyambutmu dan memurnikan hatimu menjadi penyembah yang benar. “It’s all about YOU, JESUS!”
Soli Deo Gloria
ST

