Tujuan Allah dalam sejarah manusia adalah menciptakan komunitas yang terbuka dari manusia yang saling mengasihi yang dalamnya Dia merupakan penopang utama dan anggota paling mulia (Dallas Willard).
Ada buku kecil berjudul The All Better Book tentang anak SD yang berusaha menyelesaikan masalah paling sulit di dunia. Dan ini yang tersulit:
“Dengan adanya milyaran manusia di dunia ini, harusnya ada orang yang mampu membuat sistem sehingga tidak ada yang kesepian. Apa usulan kamu?”
Dari sekian usulan, tanggapan paling menyentuh hati adalah yang berikut ini:
Nyanyikan sebuah lagu. Menarilah. Bacakan sebuah buku (Saat saya merasa tidak ada orang yang mengasihi saya, saya melakukan salah satu dari hal itu) – Brian, Usia 8 Tahun
PENDERITAAN AKIBAT KESEPIAN
Tidak ada penderitaan seperti penderitaan akibat kesepian. Lee Strobel menulis tentang Marla Paul, seorang penulis yang memberi pengakuan tertulis beberapa tahun lalu: Saya kesepian. Dia menulis, ”Kesepian ini menyedihkan saya. Mengapa di usia empat puluh dua tahun saya tidak punya banyak teman?” Dia bertanya pada suaminya apakah ada yang salah dengan dirinya. Dia heran, apakah orang-orang terlalu sibuk hingga tidak bisa berteman. Sepertinya “kuota persahabatan wanita sudah penuh dan para wanita tidak lagi menerima anggota baru.” Dia heran ”ada wanita di luar sana yang tidak sadar betapa kesepiannya mereka. Sangat mudah untuk mengisi hari dengan pekerjaan … (tapi itu) tidak cukup.”
Jika wanita saja kesepian, apalagi pria. Suatu survei menunjukkan bahwa 90 persen populasi pria di Amerika kekurangan teman baik. ”Tidak ada orang yang mau mengakui kalau mereka kesepian,” tulis psikiater Jacqueline Olds. Kesepian, kata bunda Teresa, adalah kusta masyarakat modern. Dan tidak ada orang yang ingin diketahui kalau mereka menderita kusta.
Jean Vanier adalah pendiri dari komunitas terkenal bernama L’Arche, untuk penyandang gangguan mental dan para pengasuh mereka. Di sanalah, Henri Nouwen, menemukan apa yang tidak dia dapatkan ketika dia mengajar di tempat-tempat seperti Harvard dan Yale: ”menjadi bagian dari sesuatu, penerimaan, dan rumah.” Vanier menulis, ”Kita semua membawa luka pribadi yang dalam, yaitu luka dari kesepian kita. Kita sangat sulit untuk sendirian, dan kita berusaha lari dari kesepian dengan berbagai macam kegiatan, seperti menonton atau banyak hal lainnya.”
HAL TERPENTING
”Dengan adanya milyaran manusia di dunia ini, harusnya ada orang yang mampu membuat sistem sehingga tidak ada yang kesepian.”
Edward Hallowell menulis bahwa manusia umumnya memiliki dua pengalaman besar dalam hidup ini, yaitu mencapai sesuatu dan terhubung dengan sesuatu. Umumnya, hal yang menarik perhatian kita dan menghabiskan tenaga kita berada di bawah dua kategori itu.
Terhubung dengan sesuatu berbicara tentang dunia relasi kita—hal-hal seperti jatuh cinta, membentuk pertemanan yang kuat, diperhatikan ketika kita sakit, atau menerima kata-kata kasih dari orang tua.
Mencapai sesuatu berbicara tentang pencapaian kita—memenangkan kontes, mencapai keberhasilan dalam karier, atau mewujudkan sebuah tujuan yang sulit.
Hallowell menunjukkan bahwa masyarakat kita makin terobsesi dan diperbudak oleh pencapaian, dan makin kurang dan miskin dalam hal relasi. Mencapai sesuatu bukanlah hal yang buruk—ketika hal itu dilakukan dengan cara yang benar dan dengan alasan yang benar. Namun, itu tetap tidak bisa menggantikan relasi.
Pada akhirnya hal terpenting dalam hidup kita sebagai manusia adalah ketika kita memiliki relasi yang berarti—memiliki teman untuk tertawa bersama, menangis bersama, belajar bersama, bertengkar, menari, hidup dan mengasihi dan menua dan mati bersama. Ketika kita memilikinya, kita adalah manusia yang menjalani kehidupan yang luar biasa.
MANUSIA YANG KOSONG
Kita dicipta untuk mengenal kebersamaan. Itulah sebabnya kesendirian merupakan suatu penderitaan.
Dalam kisah Penciptaan di kitab Kejadian, ada frasa-frasa yang diulang-ulang seperti lagu: ”Berfirmanlah Allah… jadilah demikian… Allah melihat bahwa semuanya itu baik.”
Sebelum sampai pada adegan akhir—lagunya tiba-tiba tertahan. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Allah melihat pria yang memiliki gambar-Nya dan berkata, “Tidak baik.” Mengapa Allah melihat pria itu dan berkata “Tidak baik?”
Hal yang menonjol adalah saat itu kejatuhan belum terjadi. Tidak ada dosa, pemberontakan belum terjadi, tidak ada yang menodai relasi antara Allah dan manusia. Manusia berada dalam kedekatan yang sempurna dengan Allah. Manusia dikenal, dikasihi sampai pada kedalaman keberadaannya oleh Penciptanya yang mahatahu dan penuh kasih. Namun, firman yang Allah gunakan pada manusia pria itu adalah ”kesendirian” itu ”tidak baik.”
Ternyata, menurut penulis kitab Kejadian, Allah menciptakan di dalam manusia sejenis kekosongan yang perlu diisi oleh manusia, bukan oleh Allah. Tidak ada pengganti yang bisa memuaskan kebutuhan akan relasi manusia di dalam diri Anda: tidak dengan uang, tidak dengan pencapaian, tidak dengan kesibukan, tidak dengan buku, bahkan tidak dengan Allah sendiri. Anda dicipta untuk berada dalam komunitas.
KOMUNITAS ILAHI
”Dengan adanya milyaran manusia di dunia ini, harusnya ada orang yang mampu membuat sistem sehingga tidak ada yang kesepian.”
Ada yang mampu.
Dia adalah Allah. Sistemnya disebut komunitas. Komunitas ternyata sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar membangun jaringan dukungan emosi yang bermanfaat. Komunitas bukan sekadar menghindari kesepian. Komunitas adalah alasan adanya alam semesta, dan mengapa Anda dan saya juga ada.
Komunitas berakar dari keberadaan Allah sendiri. Pengajaran tentang Trinitas sangat penting karena ini menjelaskan pada kita bahwa Allah sendiri telah mengalami komunitas pada sepanjang kekekalan. Trinitas ada seperti sejenis tarian kekal dari Bapa, Anak dan Roh yang saling mengasihi.
APLIKASI
Pada bulan Desember banyak orang pulang ke kota asal dan merayakan Natal bersama keluarga dan sanak saudara. Bagaimana dengan Anda yang lajang, yang jauh dari keluarga? Coba mulai merencanakan kegiatan berarti yang melibatkan komunitas, misalnya mengundang sahabat-sahabatmu ke rumah untuk makan bersama, atau membuat janji liburan bersama dengan teman-teman lajang lainnya? Bagi yang berkeluarga, mungkin ini menjadi momen yang baik untuk berbagi kasih dan membuka rumah Anda bagi teman-teman perantau atau yang kesepian, untuk berbagi kasih dan keramahtamahan.
Penghujung tahun ini mungkin menjadi kesempatan ”momen manusia” (momen berinteraksi dengan manusia lain) yang baik untuk membawa shalom, damai Allah: memperbaiki hubungan-hubungan yang retak dengan anggota keluarga maupun sahabat-sahabat. Adakah orang-orang yang perlu kita ampuni karena telah melukai hati kita? Adakah konflik yang perlu dibicarakan dengan kasih dan kebenaran? Adakah orang-orang yang kita tahu kesepian yang butuh dijangkau dan diperhatikan? Adakah liburan ini menjadi waktu bermain dengan anak dan kebersamaan dengan keluarga? Atau mungkin ada teman-teman yang bergumul dan putus asa yang membutuhkan kata-kata penguatan dan telinga yang mendengarkan? Berdoalah, bertanyalah kepada Allah, keajaban apa yang Ia sudah siapkan untuk Anda bagikan kepada sesamamu!
NB: Jika Anda adalah alumni Pancaran Anugerah dan rindu memiliki komunitas berupa kelompok pendukung/akuntabilitas sebagai aplikasi dari bacaan ini, silakan hubungi Koordinator/LT/PIC kota Anda pada https://pancarananugerah.org/new/alumni/ atau hubungi Admin Pancaran Anugerah https://wa.me/+628118453585 jika tim Pancaran Anugerah belum hadir di kota Anda. Jangan segan untuk meminta bantuan, kami siap membantu Anda!
Sumber:Ortberg,John. Semua Orang Normal Sebelum Anda Mengenal Mereka. Diterjemahkan oleh Stevy Tilaar. Surabaya: Literatur Perkantas Jatim, 2022.

