Bulan Mei adalah Bulan Kesadaran Kesehatan Mental, sebuah peringatan tahunan yang didirikan oleh Mental Health America pada tahun 1949 untuk menyoroti pentingnya kesejahteraan mental, mengedukasi masyarakat, mengurangi stigma, dan mempromosikan dukungan bagi mereka yang terkena dampak kondisi kesehatan mental.

Tema artikel yang kita angkat kali ini dalam rangka mendukung bulan Kesehatan mental melalui edukasi praktik perawatan diri khususnya tentang merawat jiwa untuk kesehatan secara keseluruhan serta menyoroti pentingnya intervensi dini dari problem Kesehatan mental.

Bagaimana keadaan jiwa Anda? Coba perhatikan beberapa tanda berikut ini yang dapat mengindikasikan kebutuhan akan perawatan jiwa; merasa terputus atau tidak puas dengan kehidupan, mengalami perasaan hampa, gelisah, atau kelelahan yang terus-menerus adalah indikator yang umum. Selain itu, jika Anda merasa sulit untuk mengalami kegembiraan, kurang motivasi, atau kesulitan untuk menemukan makna dalam kegiatan sehari-hari, mungkin ini saatnya untuk memperhatikan perawatan jiwa Anda. Perhatikan emosi, kondisi mental, dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan – semua itu sering kali memberikan petunjuk yang berharga.

Self Care dan Soul Care.

Perawatan diri terlalu mudah terbungkus dalam pemanjaan diri sendiri… lilin, mandi, cokelat, dan “me time”. Dan lihatlah, hal-hal tersebut tidaklah buruk, dan tentu saja bisa menjadi bagian dari perawatan diri, tetapi itu saja tidak cukup, melainkan perawatan yang lebih mendalam, menyehatkan, dan memulihkan.

Self Care sebenarnya bukanlah tindakan egois, narsis, atau sombong. Dalam topik kali ini, kita membahas tentang perawatan diri (Self Care) dalam hal Perawatan Jiwa (Soul Care).

Apakah jiwa itu sesungguhnya? Jiwa adalah pusat kehidupan umat manusia. Jiwa kita adalah KUNCI bagi kebahagiaan kita, kesejahteraan kita, sukacita kita, makna dan tujuan hidup kita.

Dallas Willard memberikan ilustrasi yang sangat baik, beliau menyatakan: “jiwa kita itu seperti Sungai, yang memberikan kekuatan, arah, dan keselarasan pada setiap area lain dalam hidup kita. Jika keadaan Sungai itu terpelihara dengan semestinya, kita terus-menerus disegarkan dan bergairah dalam segala sesuatu yang kita kerjakan.”  Jiwa menginginkan keharmonisan, koneksi, dan integrasi antara kehendak, pikiran dan tubuh manusia.

Perawatan Jiwa (Soul Care) adalah praktik yang disengaja untuk mengintegrasikan semua aspek pengalaman manusia: tubuh, pikiran, emosi dan kehendak. Aspek-aspek inti dari keberadaan manusia ini membentuk aku yang sesungguhnya – jiwa seseorang yang sesungguhnya. Perawatan jiwa berpusat pada menumbuhkan rasa terkoneksi, keotentikan, dan keutuhan yang mendalam.

Perawatan Jiwa adalah praktik memperhatikan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh tubuh, hati, dan pikiran Anda, serta bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Jiwa memiliki kebutuhan, berikut ini adalah kebutuhan jiwa kita: tubuh saya sakral, diinginkan dan dirindukan, dikasihi tanpa syarat, diampuni selamanya, memiliki relasi dekat dengan Allah, jiwa yang hidup dan mampu bertualang, kudus dan saleh, memiliki hidup yang merdeka, hidup yang bertujuan, dimuliakan dalam hidup selamanya.

Dapat disimpulkan dari semua kebutuhan tersebut bahwa jiwa sesungguhnya menginginkan Allah. Kita mungkin berusaha memenuhi kebutuhan itu dengan hal-hal lain, namun jiwa tidak akan pernah terpuaskan tanpa Allah. Sebagaimana jeritan hati Pemazmur: “Seperti rusa yang merindukan Sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” Jiwa sadar ada Allah, butuh Allah, rindu melekat kepada Allah (Mazmur 42:1). Hanya di dalam Kristus kita menemukan apa yang dicari jiwa kita. Hanya di dalam Yesus kita mendapatkan ketenangan jiwa.

Perawatan Jiwa dan Kesibukan.

Di dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan saat ini, banyak orang yang sering mengabaikan kesejahteraan batin mereka dan lebih memprioritaskan pencapaian eksternal. Perawatan jiwa bertindak sebagai obat yang berharga untuk mengimbangi efek dari gaya hidup yang semakin sibuk. Perawatan jiwa tidak hanya mengembalikan keseimbangan tetapi juga menawarkan rasa damai, tujuan, dan pertumbuhan spiritual. Merawat jiwa memelihara kesejahteraan emosional dan membantu individu menemukan makna yang lebih dalam dan kepuasan dalam hidup mereka.

Perawatan Jiwa dan Kesehatan.

Perawatan jiwa sangat penting untuk kesejahteraan holistik karena perawatan ini memelihara bagian terdalam dari diri Anda. Dengan merawat jiwa Anda, Anda mendorong pertumbuhan pribadi, menumbuhkan kesadaran diri, dan mengembangkan ketahanan. Hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dengan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.

Perawatan jiwa juga meningkatkan kualitas hubungan karena membantu dalam berhubungan dengan orang lain pada tingkat yang lebih dalam, menumbuhkan empati, dan menciptakan rasa memiliki. Secara keseluruhan, perawatan jiwa adalah tentang menemukan kedamaian batin dan menumbuhkan kehidupan yang bermakna.

Perawatan Jiwa dan Trauma/Luka Emosional

Perawatan jiwa dapat menjadi alat yang ampuh untuk menyembuhkan trauma masa lalu dan luka emosional. Dengan merawat jiwa Anda, Anda dapat menciptakan ruang yang aman dan penuh kasih untuk penyembuhan dan transformasi. Terlibat dalam praktik-praktik yang mendorong refleksi diri, pengampunan, dan mengasihi diri dapat mendukung perjalanan menuju penyembuhan. Namun, penting untuk diketahui bahwa luka yang lebih dalam dapat memperoleh manfaat dari bantuan profesional di samping praktik-praktik perawatan jiwa.

Praktek Perawatan Jiwa

Memasukkan perawatan jiwa ke dalam rutinitas harian Anda tidak harus rumit. Mulailah dengan menyisihkan waktu khusus untuk kegiatan yang memberi Anda sukacita, kedamaian, dan introspeksi diri. Hal ini dapat mencakup praktik-praktik seperti meditasi, membuat jurnal, membaca teks-teks spiritual, menghabiskan waktu di alam terbuka, atau melakukan kegiatan kreatif. Refleksi diri secara teratur dan mempraktikkan perhatian penuh (Mindfulness) juga dapat berkontribusi untuk menyehatkan jiwa Anda. Ingatlah, menemukan apa yang sesuai dengan diri Anda dan selaras dengan nilai-nilai Anda adalah kuncinya.

Koneksi dan Empati: Perawatan jiwa melampaui fokus pada diri sendiri. Ketika Anda terlibat dalam pekerjaan batin ini, kapasitas Anda untuk merasakan bela-rasa pada orang lain akan meningkat, menumbuhkan belas kasih dan empati. Anda akan menemukan sukacita dalam memenuhi kebutuhan orang lain, terutama berbagi pengalaman hidup yang pernah Anda alami secara pribadi. Carilah kesempatan untuk melakukan pekerjaan baik untuk membangun komunitas sejati.

Memulai dan Mengakhiri Hari Anda. Cara Anda memulai dan mengakhiri hari Anda memengaruhi bagaimana hari ini dan esok akan berlangsung. Waktu yang tenang untuk merawat jiwa, sebelum orang lain terbangun, akan memberikan kejernihan.  Dan waktu sendirian di malam hari, seperti berjalan di luar dan mengucapkan selamat malam kepada Allah, memandang bintang-bintang, membantu Anda melakukan persiapan untuk tidur nyenyak dan menyiapkan diri untuk keesokan harinya.

Bulan yang lalu saya melakukan praktek “Berburu Tuhan”, dengan mengajukan pertanyaan “di mana saya memperhatikan Tuhan hari ini?” Di akhir hari gunakan waktu lima menit untuk meninjau ke belakang dan memperhatikan tanda-tanda kehadiran atau aktivitas Allah: apakah dalam perasaan Anda, atau di alam, dalam diri orang lain, atau dalam firman Tuhan- di mana saja! Praktek ini sangat seru dan membawa saya melihat kehadiran Allah dalam “Segala Hal” di hidup saya.

Di Italia, ada ungkapan “la dolce vita” yang berarti kehidupan yang manis. Ungkapan ini dapat diartikan cara untuk memperlambat dan hidup selaras dengan siklus bumi dan maksud Sang Pencipta. Ini berarti dengan penuh kesadaran mengamati, mengalami, dan menikmati setiap momen sepenuhnya. Secara realistis, masa lalu telah berlalu, kita tidak bisa mengubahnya.  Dan masa depan belum terjadi. Yang kita miliki hanyalah saat ini.  Jadikanlah hidup Anda “la dolce vita”!

Referensi:

What is soul care? What is care of the soul? by Dora Bristow / July 7, 2024

What Does Soul Care Look Like For You? Liz Milani, Instagram: @thepracticeco

Soul Care — How to Practice This Deepest Form of Self-Care, By Maria Connolly.

Soul Keeping: Merawat Bagian Terpenting dari Hidup Anda, John Ortberg.

PROYEK PRAKTEK SOUL CARE