PANCARAN ANUGERAH  memberikan dasar bagi suatu proses pemulihan sepanjang hidup kita dalam hal relasi, gender, dan seksualitas.

PANCARAN ANUGERAH  percaya bahwa proses ini adalah bagian dari pemuridan sebagai orang Kristen, yang harus terjadi dalam tubuh Kristus. Jadi setiap kelompok PANCARAN ANUGERAH adalah bagian dari kurikulum gereja lokal.

PANCARAN ANUGERAH   percaya bahwa pemulihan paling baik terjadi bila pria dan wanita melayani bersama-sama, dan melepaskan Hadirat Tuhan yang memulihkan kepada satu sama lain dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan kita yang terdalam akan kasih.

Di tengah-tengah PANCARAN ANUGERAH  ada salib Tuhan Yesus yang terdapat di dalam komunitas-Nya, yaitu sarana yang melaluinya kita memperoleh akses kepada kasih Bapa. Salib adalah tempat di mana kita meletakkan dosa dan luka-luka hati kita, dan sebagai gantinya kita menerima kebangkitan dari Roh Kudus. Di kayu salib kita menyerahkan perlakuan tidak hormat yang kita terima dari lawan jenis kita dan menerima anugerah untuk mengasihi dan menghormati lawan jenis kita dengan cara yang menyatakan rencana Tuhan yang mula-mula bagi umat manusia.

Dalam memberi dorongan untuk proses belajar mengasihi ini, PANCARAN ANUGERAH  berusaha untuk menjajaki kebiasaan dari hati yang seringkali masih gelap dan kompleks agar dipenuhi dengan kasih Yesus yang sejati dan yang menyembuhkan.

PANCARAN ANUGERAH  percaya bahwa perlu memperlengkapi jemaat di gereja untuk melakukan pelayanan pemulihan ini. Mereka bukanlah sekelompok orang elit ataupun “pekerja pembuat mujizat” yang sensasional dan luar biasa. Mereka adalah “orang-orang penyembuh yang pernah terluka” yang telah diberi pelatihan dan cara-cara praktis untuk menolong orang lain. Otoritas dari pekerja PANCARAN ANUGERAH didasarkan pada kuasa salib, kekuatan Dia dalam kelemahan mereka. Melalui proses pemulihan yang terus menerus dalam hidup mereka sendiri, dan melalui kesaksian yang transparan dari kemurahan Kristus dalam hidup mereka, maka orang-orang yang sudah disembuhkan ini memenuhi panggilan Kristus ketika mereka melayani dalam konteks PANCARAN ANUGERAH.

PANCARAN ANUGERAH  memberikan rasa aman kepada anggotanya melalui beberapa peraturan yang dibuat untuk melindungi kelompok, dan juga melalui syarat-syarat kepemimpinan yang harus dipenuhi oleh para penolongnya.